Selasa, 28 Desember 2021

Menyusun Business Plan

 


Assalaikumalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, halo semua, salam kenal

 Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan sebuah artikel yang berjudul "Business Plan" atau bisa disebut dengan Perencanaan Bisnis. artikel merupakan cara kita sebagai pebisnis dalam melakukan langkah-langkah yang membangun suatu bisnis dengan baik.

  Saya mengajak teman-teman dalam membuat perencanaan dalam berbisnis dengan baik dan benar, karena Kebutuhan akan sebuah perencanaan bisnis menjadi mutlak jika kita akan menjalankan suatu bisnis, karena perencanaan bisnis sendiri ibarat sebuah peta dan kompas untuk menjalankan bisnis, sebagai berikut.

 


A. Definisi Business Plan 

Business Plan atau Perencanaan bisnis adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai suatu usaha. Isinya sering merupakan perencanaan terpadu menyangkut pemasaran, permodalan, manufaktur dan sumber daya manusia. Menurut Hisrich dan Peters (1995:113)

Business Plan  adalah okumen yang merincikan detaildetail bisnis yang disiapkan oleh seorang wirausahawan sebelum membuka sebuah bisnis baru. Menurut Richard L. Draft (2007:265)

 It is a written statement setting forth the business's mission and objectives, its operational and financial details, its ownership and management structure and how it hopes to achieve its objectives. Menurut Megginson (2000) 

 

B. Pengertian Business Plan

Business Plan atau perencanaan bisnis merupakan perencanaan dalam mengembangkan suatu bisnis. perencanaan bisnis ini mulai dari ringkasan, statemen misi, faktorr-fakor kunci, analisis pasar, produksi, manajemen dan analisis finansial seperti break event dan lain-lainnya.

Perencanaan Usaha atau Business Plan merupakan rencana-rencana tentang apa yang dikerjakan dalam suatu bisnis ke depan meliputi alokasi sumberdaya, perhatian pada faktor-faktor kunci dan mengolah permasalahan-permasalahan dan peluang yang ada. Bisnis membutuhkan perencanaan untuk pertumbuhan yang optimis dan pengembangan-pengembangan dengan skala prioritas. Perencanaan bisnis sendiri adalah suatu hasil pemikiran, dimana isi dari perencanaan harus mampu mendukung pencapaian tujuan-tujuan perusahaan atau bisnis.

 Perencanaan usaha adalah keseluruhan proses tentang hal-hal yang akan dikerjakan pada masa yang akan datang, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini sangat penting, karena perencanaan usaha merupakan pedoman kerja bagi seorang wirausaha. Pada umumnya, perencanaan usaha mengatur tentang proses kegiatan usaha, produksi, pemasaran, penjualan, perluasan usaha, keuangan usaha, pembelian, tenaga kerja, dan penyediaan atau pengadaan peralatan.

 

 C. Prinsip Business Plan

Ada 4 (empat) prinsip-prinsip dalam perencanaan usaha, sebagai berikut:

1.)  Perencanaan usaha harus dapat diterima oleh semua pihak.

2.)  Perencanaan usaha harus fleksibel dan realistis.

3.)  Perencanaan usaha harus mencakup seluruh aspek kegiatan usaha.

4.)  Perencanaan usaha harus merumuskan cara-cara kerja usaha yang efektif dan efisien.


D. Manfaat Business Plan

 Business plan atau perencanaan bisnis mempunyai beberapa manfaat, diantaranya:

1.)  Membimbing jalannya kegiatan usaha.

2.)  Mengamankan kelangsungan hidup usaha.

3.)  Mengembangkan kemampuan manajerial di bidang usaha.

4.)  Sebagai pedoman atau petunjuk bagi pimpinan perusahaan di dalam menjalankan usahanya.

5.)  Mengetahui apa-apa yang akan terjadi dalam usaha.

6.)  Sebagai alat berkomunikasi dalam usaha.

7.) Sebagai alat untuk memperkecil risiko usaha.

8.)  Memperbesar peluang untuk mencapai laba.

9.)  Memudahkan perolehan bantuan kredit modal dari bank.

10.)  Sebagai pedoman di dalam pengawasan.


 E. Kegiatan Business Plan 

Perencanaan usaha itu harus mencakup berbagai jenis kegiatan, di antaranya: 

a. Mempelajari dan meramalkan masa depan usaha. 

b. Menentukan sasaran beserta fasilitas yang diperlukan dalam usaha. 

c. Membuat program kerja dan perhitungan usaha. 

d. Menentukan prosedur kerja di dalam usaha.

e. Menentukan rencana anggaran usaha. 

f. Membuat kebijaksanaan usaha.


 F. Unsur-unsur penting Business Plan

Perencanaan usaha yang dibuat seorang wirausaha, berusaha merinci profit, neraca perusahaan, dan proyeksi aliran khas. Dalam sebuah perencanaan yang paling penting adalah : 

1.) Analisis Cash Flownya misalnya untuk memprediksi profit 

2.) Detail Pelaksanaan untuk prediksi apa-apa yang akan terjadi

Didapatkan hasil akhir dari sebuah perencanaan adalah bagaimana kondisi perusahaan mengalami peningkatan. 

Komponen-komponen utama yang ada dalam sebuah perencanaan bisnis pada umumnya berisikan : 

 1.) Ringkasan (Executive Summary)

 Berisi gambaran singkat kira-kira 1 sampai 2 halaman, mencakup Latar belakang proyek, penggagas proyek, pasar yang menjadi sasaran, pengelolaan proyek sampai dengan kelayakan proyek secara finansial, kelayakan proyek secara umum.

2.)  Deskripsi Perusahaan (Company Description)

 Berisi gambaran singkat profil perusahaan yang akan menjalankan proyek, misalnya : 

1. Aspek hukum/legal dari bentuk badan usahanya apa? 

2. Sejarah atau historis Perusahaan 

3. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kepemilikan dalam perusahaan dan lainnya.

3.)  Barang atau Jasa yang diproduksi atau dipasarkan

 Berisi gambaran barang atau jasa apa yang akan diproduksi atau dipasarkan, alasan barang atau jasa tersebut diproduksi dan manfaat atau benefit yang dapat diperoleh konsumen atau customer atas barang atau jasa tersebut

4.) Analisis Aspek Pasar

 Berisi gambaran tentang: 

 A.) Peluang Bisnis dan Prospeknya, hal-hal yang perlu dikupas dalam peluang bisnis antara lain: 

1) Apa yang bisa kita buat? 

2) Pasar membutuhkan Apa? 

3) Perlunya Menciptakan Kebutuhan Konsumen (Paradigma terbaru agar bisnis kita bisa eksis kita harus bisa menciptakan pasar)?

4) Melihat masih adakah Peluang?, 

5) Layakkah Peluang itu kita garap?

 B.) Kondisi Persaingan, bagaimana bentuk atau kondisi persaingan dari pasar yang akan kita hadapi, pembicaranya antara lain:

 1) Pasarnya sudah pasti atau Captive Market, misalnya kita berproduksi atas dasar pesanan, maka kita tidak perlu memikirkan barang yang kita buat laku atau tidak laku?; 

2) Pasarnya ditentukan oleh Pembeli/Buyer Market (jika pasar dikuasai oleh pembeli maka posisi kita sebagai produsen akan lebih berat karena kita harus bersaing ketat berebut konsumen).

C.) Posisi perusahaan dalam pasar, yang perlu dibahas antara lain: Pasar yang hendak dikuasai/Target Pasar berapa?, Posisi dalam Pasar/Positioning apakah sebagai Leader (pemimpin pasar), Follower (pengikut) atau Nicher (pengisi ceruk/relung pasar)?

D.) Usaha-usaha Pemasarannya atau Marketing effort, Jika kita sudah mempunyai target pasar, maka agar target bisa tercapai harus didukung oleh usaha-usaha pemasarannya. Salah satu bentuk usaha pemasaran bisa menggunakan Bauran Pemasaran atau Marketing Mix yang meliputi 4P: Product, Price, Place, dan Promotion. Di sisi lain masalah Siklus Kehidupan Produknya atau Product Life Cycles (suatu produk akan mengalami tahap-tahap sebagai berikut: perkenalan, tumbuh, matang, jenuh dan decline) juga harus diperhatikan.

5.) Analisis Aspek Teknik atau Produksi

 Berisi gambaran tentang:

A. Lokasi (Dekat konsumen atau dekat bahan baku?) 

B. Layout (Layout Garis jika pengelompokan mesin atau peralatan menggunakan urutan proses produksi atau Layout Fungsi jika pengelompokan mesin atau peralatan atas dasar fungsi-fungsi yang sama dijadikan satu?) 

C. Luas atau Skala Produksi (bisa menggunakan pertimbangan keuntungan Maksimum atau Biaya Rata-rata Terendah?)  

D. Pemilihan Mesin atau Teknologi yang hendak dipakai (Padat Teknologi atau Padat Karya/Tenaga?).

6.) Analisis Aspek Manajemen

 Berisi gambaran tentang: 

A.) Bisnis atau proyek dalam Masa Pembangunan,  

1. Berapa Lama waktu yang dibutuhkan untuk penyiapan proyek sampai proyek siap beroperasi? 

2. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk proyek tersebut?

B.) Bisnis atau proyek sudah Berjalan atau Beroperasi

1. Bentuk Badan Hukum Organisasi Pengelolanya? 

2. Apakah mau berbentuk Perusahaan Perseorangan? 

3. Bagaimana Struktur Organisasinya?; 

4. Jumlah Karyawan Yang Dibutuhkan? 

5. Persyaratan Karyawan untuk Jabatan Kunci? 

6. Proses Rekruitmentnya? 

7. Jenjang Karir dan lainnya?

7.) Analisis Rencana Keuangan 

A.  Kebutuhan Dana (Menghitung total kebutuhan akan dana yaitu berapa jumlah dana yang diperlukan untuk membiayai rencana bisnis, kebutuhan ini bisa diuraikan untuk (1) Membiayai Aktiva Tetap dan (2) Modal Kerja).

B. Sumber Dana (Sumber dana untuk membiayai rencana bisnis bisa diperoleh (1) Hutang, dapat berupa hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang; (2) Modal Sendiri atau Equity). Pada Neraca dapat dilihat dari sisi Pasiva)

C. Menghitung Aliran Kas atau Cash Flow dari Rencana Bisnis, aliran kas dapat dikelompokkan menjadi:

 (1) Pengelompokan pertama, dibagi menjadi dua, yaitu :

 1. Cash in flow (CIF) : Aliran kas masuk, diberitanda positif.

 2. Cash out flow (COF) : Aliran kas keluar, diberi tanda negatif.

 (2) Pengeklompokan kedua, dibagi menjadi tuga, yaitu :

 1. Initial cash flow : Aliran kas atau dana yang dikeluarkan di awal proyek diberi tanda Negatif karena berupa dana keluar.

 2. Operational Cash Flow : Aliran dana ketika proyek beroperasi/berjalan, ketika proyek berjalan ada dana keluar sebagai biaya-biaya operasional tetapi juga sudah ada pendapatan operasional.

 3. Terminal Cash Flow : Aliran kas di akhir proyek, di akhir proyek akan ada 2 (dua) aliran kas yaitu berupa Pengembalian Modal Kerja dan Nilai Residu atau Nilai Sisa, keduanya selalu berupa aliran kas masuk jadi aliran kas di akhir proyek bertanda Positif.  

D. Menilai Kelayakan Bisnis atau Proyek dari sisi Keuangan.  

 Ada lima metode penilaian, yaitu :

1.) pay-back period (PP) 

2.) Average rate of return (ARR) 

3.) Profitability index (PI) 

4.) Internal rate of return (IRR) 

5.) Net present value (NPV)

 Dari 5 metode di atas, yang sering digunakan hanya 3 metode, yaitu :

1.) pay-back period (PP) :  intinya seberapa cepat dana yang diinvestasikan bisa kembali, tentunya semakin cepat kembali semakin baik. 

2.) Internal rate of return (IRR) :  mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari aliran kas keluar (Present Value Cash Out Flow = PV COF) dengan nilai sekarang dari aliran kas masuk (Present Value Cash In Flow = PV CIF); hasil IRR ini dibandingkan dengan tingkat bunga pinjaman bank/ri, jika IRR > ri; maka proyek layak. 

3.) Net present value (NPV) : mencari nilai bersih sekarang, dapat dicari NPV = PV CIF – PV COF; jika nilai NPV positif maka proyek layak, sebaliknya jika negatif proyek tidak layak.

 Tujuh komponen utama dalam suatu perencanaan bisnis minimal harus ada sebagaimana diuraikan dan dikerjakan dengan rencana bisnis atau proyek yang nilai besar tentunya masih diperlukan tinjauan


G, Menyusun Business Plan  

1. Ringkasan Eksekutif 

 Alasan saya ingin mendirikan sebuah usaha baju koko dan gamis muslim, merupakan ingin mengembangkan bahwa baju koko dan gamis itu bisa dipakai dengan kegiatan sehari-sehari dengan gaya yang kekinian dan modal yang kucup.

 Baju koko dan gamis muslim yang kembang ini akan jauh berbeda dari baju koko dan gamis pada biasanya, tapi baju koko dan gamis saya ini akan membuktikan bahwa memiliki motif yang baik, bahan yang baik, rajutan yang baik, maka akan menarik daya tarik dari anak muda hingga orang tua dalam mengenakan baju koko dan gamis ini bisa dipakai dalam kegiatan sehari-hari, kegiatan kerja maupun yang lebih utama dalam beribadah.

 Dan keunggulan dalam bisnis baju koko  dan gamis ini tidak seperti makanan yang ada kadaluarsanya, tapi kita bisa menjual baju ini dalam jangka waktu yang sangat panjang. baju ini juga di disain dengan rajutan yang baik sehingga kualitas tidak akan diragukan.

 Fokus saya mempromosikan baju dan gamis muslim saya dengan saya memberikan baju dan gamis saya pada usatadz, sehingga saat kajian ustadz dapat memakai dan dapat menaikan daya tarik jamaah melihat baju koko atau gamis yang dipakai ustadz tersebut.dan fokus kita saat ada event muslim, kita akan ikut mempromosikan baju koko dan gamis muslim kami. dan kita juga menjual di makert palce seperti di shopper, tokopedia, lazada dan lainnya.

 Potensi dalam mengembangkan bisnis sangatlah menjanjikan karena bisnis ini dapat diminati kalangan muda maupun orang tua, dan bisnis ini tidak ada kadaluarsanya karena dia berbentuk bahan pakaian berbeda dengan makanan sehingga dapat dijual dalam waktu jangka panjang.

2. Deskripsi Bisnis  

 Bisnis yang akan saya rancang berfokus pada bidang pakaian, yaitu baju koko dan gamis muslim. Jenis baju koo dan gamis yang akan saya promosikan berbagai macam bentuk dan motif yang berbeda-beda, seperti kemonko (kemeja koko), baju koko lengan pendek, baju koko lengan panjang dan gamis yang saya promosikan gamis lengan panjang, gamis lengan pendek polos maupun bermotif warna merah, hitam, biru dan putih, saya juga menjual peci yang bermodel dan bermotif.

 Chloting saya mengutamakan kualitas bahan dan model yang bagus, hal ini karena baju koko dan gamis muslim itu sering di gunakan hanaya untuk ibadah saja karena motifnya yang biasa saja, untuk itu saya membuat trobosan baju koko dan gamis yang kekinian dengan motif, model, dan bahan yang kualitas. Sehingga produk saya dapat diminati dikalangan muda maupun orang tua dan dapat di pakai dalam situasi apapun.

 Dalam memperkenalkan bisnis saya kepada konsumen, saya kan mempromosikan melalui memberi hadiah ustadz sehingga dapat ustadz pakai saat kajian dan dapt menjadi daya tarik jamaah yang menontonnya, saya juga mempromosikannya melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, Maupun melalui website bisnis saya, dan juga saya mempromosikan dengan market place seperti dengan shoppe, tokopedia, lazada dan bli-bli.

 Modal pertama saya sekitar Rp.11.000.000 yang terperincih dari bahan pakaian Rp.5.000.000 dan biasa pembuatan jahitan Rp.1.000.000, biaya pembuat desain Rp.1.000.000, biaya bahan gamis Rp.2.500.000, biaya bahan peci Rp.500.000, dan pemasaaran web,iklan Rp.1.000.000.

3. Strategi Pemasaran 

 Dalam strategi pemasaran saya memfokukan pada disain motif baju koko dan gamis yang saya promosikan dengan motif kemko (kemeja koko), koku (koko kurta), gamis motif, jubah motif dan peci yang bermotif agar dapat meningkatkan banyak anak muda ataupun orang tua tertarik dalam memakainya, karena dapat dipakai dijasngkau berbagai kalangan. 

Dan starategi pemasaran selanjutnya dengan memanfaatkan media sosial yang ada dengan menawarkan berbagai produk yang kami sediakan, dan mengikuti event muslim fast setiap tahunnya dalam mempromosikan berbagai produk yang kami jual.

4. Analisis Persaingan

 Dalam menganalisis persaingan, saya harus memperhatikan produk yang di jual di chloting lain dengan motifnya seperti apa, bahannya seperti apa. sehingga saya akan berusaha memberikan produk dan bahan yang lebih berkualitas.

 seperti contoh, ada produk koko muslim samase dan koko muslim uhud, dimana chloting mereka berdua memiliki cir khas yang berbeda, seperti produk samase memiliki gamis yang kekinian, dan produk uhud memiliki baju koko yang motif yang clasic kekinian. maka dari itu saya akan mempertimbangkan pesaing-pesaing yang saya ketuhi dengan menggambungkan kelebihan dari setiap produk chloting pakaian muslim.

5.   Rencana Desain dan Pengembangan

 Dalam desain saya ingin merencakan dengan motif ada yang gambar batik, motif tentara, motif gabungan warna bergaris, satu warna. dan model baju kemko (kemeja koko), koku (koko kurta), gamis lengan panjang, gamis lengan pendek, peci. Dalam menerapkan motif kita memperhatikan kepuasan pelanggan, kenyamanan pelanggan dalam memakainya dengan memberikan bahan-bahan yang nyaman dan tidak gerah saat dipakai.

 Untuk pengembangannya, saya merencanakan untuk membangun bisnis ini dengan memfokuskan motif pada baju tersebut, sehingga konsumen selalu senang dalam memakai baju koko dan gamis produk yang kami kembangkan. 

6. Rencana Operasi dan Manajemen

 Dalam rencana oeprasionalnya, saya akan membuka lapangan kerja bagi setiap orang yang sesuai pada penenmpatannya, sehingga jika usaha saya di tempatkan pada orang yang tepat maka akan memudahakan saya dalam bekerja dan memproduksikan barang dengan mudah.

untuk jumblah karyawan, saya akan menyesuaikan dengan kebutuhan usaha saya, untuk ada yang bagian pada karyawan, seperti ada yang pembagian disain, tim pemasaran, tim pennjahit, tim publikasi, tim keuangan.

 7. Analisis Rencana Keuangan

 Pada pembjadi tiga bagian, di antaranya :agian rencana kuanagn, saya akan membagi menjadi tiga bagian, diantanya :

1.) Kebutuhan Dana

  Kebutuhan dana disini saya sudah uraikan, modal pertama saya sekitar Rp.11.000.000 yang terperincih dari bahan pakaian Rp.5.000.000 dan biasa pembuatan jahitan Rp.1.000.000, biaya pembuat desain Rp.1.000.000, biaya bahan gamis Rp.2.500.000, biaya bahan peci Rp.500.000, dan pemasaaran web,iklan Rp.1.000.000.

2.) Sumber Dana

 Sumber dana yang akan saya gunakan sebagai modal adalah berasal dari modal sendiri atau equity.

3.)  Cash in flow atau alisan kas

 Cash flow atau aliran kasnya saya bag menjadi empat, yaitu :

a. Cash in flow

 Pengeluaran didapatkan dari penjualan produk untuk menggaji karyawan, pemasukan bahan pakaian dan lainnya.

b. Cash out flow

 Pengeluaran didapatkan untuk menggaji karyawan, biaya penjahit, biaya bahan.

c. Initial cash flow

Pengeluaran dilakukan awal saya seperti biaya sewa, biasa iklan promosi, dan lainnya. 

d. Operational cash flow 

Untuk melakukan berjalannya bisnis saya harus menggaji karyawan, biaya iklan, biaya bahan pakaian.  

 

 8. Kesimpulan

 Kesimpulannya saya ingin merancang dan mengembangkan suatu produk muslim yang dapat digunakan dimana saja dan untuk orang, sehingga banyaknya motif agar menjadi daya tarik konsumen. 

 Target pemasaran saya adalah anak rema ja hungga dewasa dan dibalik itu penjualan dengan harga yang sangat terjangkau, sehingga dapat memberi tarik konsumen.

Dalam menarik perhatian pelanggan, saya mendjual baju koko dan gamis yang kekinian dengan motif yang berbeda dan menarik.

selain memfokuskkan pelanggan, saya juga akan menawarkan diskon pada konsumen, sehingga meningkatkan daya tarik konsumen. 

 

 Pada kesempatan ini mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat buat kalian yang ingin memulai bisnis dan merencakan bisnis sebagik mungkin, Terima kasih

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Senin, 20 Desember 2021

Business Models Canvas (BMC)



Opening (Pembukaan)

Assalamu'alaikum Warahma'tullahi Wabarakatuh, Hallo semua, Salam kenal!!

 Haii teman-teman pada kesempatan ini saya akan menyampaikan sebuah artikel yang berjudul Business Models Canva atau dapat disingkat dengan sebutan BMC. Bisnis model kanva ini dapat digunakan dalam sebuah bisnis maupun usaha kita dalam mengembangkan dan menggambarkan konsep model bisnis dan juga merupakan sebuah kebijakan strategi dalam berbisnis. 

Bisnis model kanva ini juga dapat menggambarkan cara mewujudkan tujuan bagi para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.

Penjelasan Business Model Canvas (BMC)

 Pada sebuah buku yang berjudul Business Model Generation, Osterwalder dan Pigneur seorang tokoh bisnis dia membuat suatu kerangka model bisnis yang berbentuk sebuah gambar kanvas dan terdiri dari sembilan kotak (blok) yang berisikan elemen-elemen yang saling berkaitan dalam sebuah bisnis.

 Osterwalder dan Pigneur berpendapat (2010), model bisnis kanvas adalah sebuah model bisnis yang menggambarkan dasar sebuah pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi atau perusahaan menciptakan, menyerahkan dan menangkap nilai.

 Model bisnis kanvas ini dapat digambarkan melalui sembilan blok bagunan dasar yang menunjukan logika bagaimana sebuah perusahaan ataupun bisnis bermaksud untuk menghasilkan uang. Dalam sembilan blok ini mencakup empat bidang utama dalam bisnis yaitu diantaranya pelanggan, penawaran, infrastuktur, dan kelayakan keuangan.

 Model bisnis kanva ini merupakan cara memudahkan kita dalam mengelolah suatu bisnis yang akan kita inginkan. Adapun langkah-langkah menyusun  model bisnis kanva adalah sebagai berikut 

 

Dalam menggunakan stategi bisnis model kanva, dapat memudahkan saya dalam mengembangkan suatu usaha dengan baik dan struktur. Pada kesempatan ini saya menggunakan Business Model Kanva dengan usaha yang akan saya pilih yaitu usaha baju koko dan gamis muslim. Saya akan melakukan dan mengelolah bisnis yang saya pilih dengan menerapkan sembilan blok tersebut.

Langkah-langkah dalam menyusun Business Model Kanva, sebagai berikut : 

A. Menetapkan Costomer Segments

 Blok bangunan atau keponen yang menggambarkan sekelompok orang atau organisasi berbeda yang ingin dijangkau atau dilayani oleh perusahaan. Dan perusahaan dapat mengelompokkan mereka ke dalam segemen-segmen berbeda berdasarkan kesamaan kebutuhan, perilaku, atau atribut lainnya. Bisnis tersebut dapat merancang sebuah model bisnisa dengan hati-hati dan dengan pemahaman yang kuat tentang kebutuhan atas spesifik kepada pelanggan tersebut. 

Ada beberapa jenis segmen yang berbeda pada Costomer Segments. diantaranya :

 1.) Pasar Terbuka (Mass Market)

 Model bisnis ini yang berfokus pada pasar terbuka tidak membedakan antara Segmen-segmen Pelanggan yang berbeda. Proposisi Nilai, Channel Distribusi, dan Hubungan Pelanggan berfokus pada satu kelompok besar, dengan kebutuhan dan masalah yang hampir sama. Model bisnis jenis ini sering ditemukan dalam sektor elektronik.

2.) Pasar Cerukan (Niche Market) 

 Model bisnis ini yang menargetkan Segemen Pelanggan-Pelanggannya yang spesifik dan terspesialisasi. Proposisi Nilai, Channel, dan Hubungan Pelanggan dibuat khusus untuk kebutuhan spesifikasi pasar khusus. Model bisnis semacam ini banyak ditemukan dalam hubungan pemasok-pembeli.

3.) Tersegmentasi (Segmented)

 Model bisnis ini yang membedakan segmen pasar dari kebutuhan dan masalahnya masing-masing. Kondisi ini mempengaruhi blok bangunan yang berlainan pula dari model bisnis Credit Suisse, seperti Proposisi Nilai, Channel Distribusi, Hubungan Pelanggan, dan Arus Pendapatan., yang mengkhususkan diri menyediakan layanan outsourcing perancangan mikromekania dan solusi-solusi pabrik. Perusahaan ini melayani tiga Segmen Pelanggan yang berbeda seperti, industri jam tangan, industri medis, dan sektor industri otomasi, dimana menawarkan Proposisi Nilai yang berbeda untuk masing-masing segmen.  

4.) Terdiversifikasi (Diversified)

 Model bisnis ini merupakan pelanggan terdiversifikasi melayani dua Segmen Pelanggan yang tidak terkait terkait satu sama lain dengan kebutuhan dan masalah yang sangat berbeda. memutuskan untuk mendiversifikasi bisnis ritelnya dengan menjual layanan "komputasi awan“ (ruang penyimpanan online dan penggunaan server sesuai permintaan). Dengan demikian, perusahaan ini mulai melayani Segmen Pelanggan yang benar-benar berbeda, yaitu Perusahaan web, dengan perbedaan Proposisi Nilai yang sangat berbeda.

5.) Platform banyak sisi / Pasar banyak sisi (Multi-sided paltform/markets) 

 Model bisnis ini melayani dua atau lebih Segmen pelanggan yang saling bergantungan satu sama lain. Demikian pula, sebuah perusahaan yang menawarkan surat kabar gratis membutuhkan banyak pembaca untuk penarik pemasang iklan. Di sisi lain, perusahaan tersebut juga memerlukan pemasang iklan untuk membiayai produksi dan distribusinya. Kedua segmen tersebut dibutuhkan untuk membuat model bisnis berfungsi dengan baik dan efektif.

Berdsarkan jenis Customer segments tersebut saya memilih Pasar Cerukan (Niche Market). Karena pada jenis Pasar cerukan menargetkan segmen pelanggan-pelanggannya yang spesifik dan terspesialisasi. 

Sebab-sebab alasan saya memilih Pasar Cerukan (Niche Market), diantaranya :

  1. Menargetkan pelanggan yang beragama muslim. karena baju koko dan gamis muslim merupakan pakai dalam beribadah maupun juga dapat digunakan dalam kegiatan keseharian.
  2. Menargetkan pelanggan laki-laki muda, orang tua. kaena yang saya ingin perjual belikan baju koko dan gamis muslim hanya untuk kalangan laki-laki yang muda sampai yang tua.

 

B. Menetapkan Value Propositions 

 Blok bangunan yang menggambarkan gabungan antara produk dan layanan yang menciptakan nilai unggul untuk segmen pelanggan yang spesifik. Proposi Nilai dapat memecahkan masalah pelanggan atau memuasakan kebutuhan pelanggan. Setiap Proposisi Nilai berisi gabungan produk dan jasa tertentu yang melayani kebutuhan Segmen Pelanggan spesifik. Dalam hal ini, Proporsi nilai merupakan kesatuan, atau gabungan manfaat-manfaat yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan. 

Nilai dapat bersifat kuantitatif (misalnya harga dan kecepatan layanan) atau kualitatif (misalnya desain dan pengalaman pelanggan). Proposisi Nilai menciptakan nilai untuk Segmen Pelanggan melalui elemen-elemen berbeda yang melayani kebutuhan-kebutuhan segmen tersebut. 

Ada beberapa jenis segmen yang berbeda pada Value Propositions. diantaranya :

1.) Kebaharuan (Newness)

  Proposisi Nilai ini memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan yang belum pernah mereka terima sebelumnya. 

2.) Kinerja (Performance)

 Proposi nilai ini meningkatkan kinerja produk atau layanan merupakan cara umum untuk menciptakan nilai. 

3.) Kustominasi (Customization)

 Proposi nilai ini menyesuikan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan individu atau Segmen Pelanggan juga menciptakan nilai. Pendekatan ini memungkinkan untuk meyesuaikan produk dan layanan sesuai dengan keinginan konsumen dengan tetap memperhatikan skala ekonomi. 

 4.) Menyelesaikan Pekerjaan (Getting the job done)

 Proposi nilai ini dapat diciptakan dengan membantu pelanggan menyelesaikan pekerjaannya. Perusahaan melakukan kerja sama pada perusahaan yang sesuai bidangnya tersebut.

5.) Desain (Design) 

 Proposi nilai ini berfokus pada Desain adalah elemen penting tetapi sulit untuk diukur. Suatu produk mungkin menonjol karena keunggulannya desain. desain dapat menjadi hal yang sangat penting bagian dari Proposisi Nilai.

6.) Merek/Status (Brand/Status) 

 Proposi nilai ini berfokus pada Pelanggan dapat menemukan nilai dalam sebuah tindakan yang sederhana karena menggunakan atau menampilkan merek tertentu.

7.) Harga (Price)

 Proposi ini Menawarkan nilai yang sama pada harga yang lebih rendah sering digunakan untuk memuasakan kebutuhan Segmen Pelanggan yang sensitive terhadap harga. Akan tetapi Proposisi Nilai harga murah memiliki implikasi penting untuk semua bisnis.

8.) Pengurangan Biaya (Cost Reduction) 

 Proposi ini Membantu pelanggan mengurangi biaya merupakan cara penting untuk menciptakan nilai.

9.) Penguran Resiko (Risk reduction)

 Proposi ini pelanggan menghargai pengurangan risiko yang ditimbulkan saat membeli produk atau jasa.

 10.) Kemampuan dalam mengakses (Accessibility)

 Proposi ini menyediakan produk atau jasa bagi pelanggan yang sebelumnya sulit mengakses produk atau jasa tersebut, merupakan cara untuk menciptakan nilai. Produk atau jasa ini bisa dihasilkan dari inovasi model, teknologi baru, atau kombinasi keduanya.

11.)  Kenyamanan/kegunaan (Convenice/usability)

 Proposi ini menjadikan segala sesuatunya lebih nyaman dan lebih mudah digunakan dapat menciptakan nilai yang sangat berarti.

Berdsarkan jenis Value Propositions tersebut saya memilih Design (Desain). Karena pada jenis segmen Design (disain) merupakan keunggulan dalam menonjolkan suatu produk pada bidang baju.

Alasan saya memilih disain, saya akan mendisain produk baju koko dan gamis muslim saya dengan model yang kekinian dengan menambahkan disain motif pada baju koko dan gamisnya sehingga terlihat keren dipakai pada anak muda maupun orang tua dan dapat dipakai pada kegiatan sehari-hari.


C. Menetapkan Channels 

 Blok bagunan channels menggambarkan bagaimana sebuah perusahan berkomunikasi dengan segmen pelangganya dan menjangkau mereka untuk mewujudkan propsisi nilai. Channel komunikasi, distribusi dan penjualan merupakan penghubung antara perusahaan dengan pelanggan. Channel merupakan titik temu yang memainkan peran penting terhadap layanan pelanggan.

Ada beberapa jenis fungsi channel, diantaranya :

  • Meningkatkan kesadaran di antara pelanggan terkait produk dan layanan perusahaan.
  • Membantu pelanggan mengevaluasi Proposi Nilai perusahaan.
  • Memungkinkan pelanggan membeli produk dan jasa yang spesifik.
  • Menyampaikan Proposisi Nilai kepada pelanggan.
  • Memberikan dukungan purnajual kepada pelanggan.

 Channel dibagi menjadi dua yaitu antara Channel langsung dan tidak langsung, serta antara Channel yang kita miliki dan Channel yang dimiliki mitra.

Channels merupakan panduan yang tepat untuk memenuhi bagaimana pelanggan ingin dijangkau sangat penting dalam membawa Proposisi Nilai ke pasar. Sebuah organisasi dapat memilih anatara menjangkau pelanggan melalui Channel sendiri, melalui Channel mitra, atau melalui paduan keduanya. 

 Channel sendiri dapat bekerja secara langsung, seperti tenaga penjualan internal (in-house) atau situs Web, ataupun dapat juga secara tidak langsung, seperti toko ritel yang dimiliki atau dijalankan oleh sebuah organisasi. Channel Mitra bersifat tidak langsung dan terdiri dari berbagai macam pilihan, seperti distribusi penjualan dalam jumlah besar (grosir), ritel, atau situs Web.

 Dapat disimpulkan bahwa channel yang tepat antara berbagai jenis Channel, dan mengintegrasikannya dengan tujuan untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang hebat dan untuk memaksimalkan pendapatan.

Berdasarkan jenis Channels saya akan memanfaatkan channel langsung maupun channel tidak langsung dalam memasarkan produk saya tersebut. karena channels ini merupakan penghubung anatara perusahaan dan pelanggan.

Alasan saya di zaman milenial atau di zaman tehnologi, kita harus banyak memanfaatkan tempat yang menarik dan dapat dijangkau seseorang dalam membeli produk kita dan kita dapat juga memanfaatkan Channel mitra atau media sosial, seperti seperti Shoppe, Lazada, Bli-bli dan lainnya.

 

D. Menetapkan Customer Relation

 Blok bangunan hubungan ini menggambarkan berbagi jenis hubungan yang dibangun perusahaan bersama segmen pelanggan yang spesifik. Hubungan dapat bervariasi, mulai dari yang bersifat pribadi sampai hubungan secara otomatis.

 Ada beberapa dorongan dengam motivasi pada Customer Relation, diantaranya :

 1.) Akuisisi (mendapatkan) pelanggan.

 2.)  Retensi (mempertahankan) pelanggan.

 3.)  Peningkatan penjualan (upselling)

 Ada beberapa kategori Hubungan Pelanggan, diantaranya :

1.) Bantuan Personal (Personal Assistance) 

 Proposi hubungan ini didasarkan pada interaksi antar manusia. Pelanggan dapat berkomunikasi dengan petugas pelayanan pelanggan untuk mendapatkan bantuan selama proses penjualan atau setelah pembelian selesai. Komunikasi ini dapat dilakukan di lokasi penjualan (point of sale), melalui call-center, melalui email, atau melalui cara lainnya.

2.) Bantuan Personal Khusus (Dedicated personal assistance)

 Proposi hubungan jenis ini, perusahaan menungaskan petugas pelayanan pelanggan yang khusus diperuntukan bagi klien individu. Jenis hubungan ini paling dalam dan paling intim, dan biasanya dikembang dalam jangka panjang.

3.) Swalayan (Self-service)

 Proposi pada jenis hubungan ini, perusahaan tidak melakukan hubungan langsung dengan pelanggan, tetapi menyediakan semua sarana yang diperlukan pelanggan agar dapat membantu dirinya sendiri.

4.) Layanan otomatis (Automated services) 

 Proposi pada hubungan jenis ini mencampurkan bentuk layanan mandiri yang lebih canggih dengan proses otomatis. Pelayanan otomatis dapat mengenali pelangganan individu dan karakteristiknya, dan menawarkan informasi yang terkait dengan pesanan atau transaksi. Hal tebaiknya, layanan otomatis dapat menikatkan hubungan personal, misalnya merekomendasikan buku atau film.

 5.) Komunitas (Communities) 

 Proposi pada hubungan jenis ini memanfaatkan komunitas pengguna untuk lebih terlibat dengan pelanggan/prospek dan memfasilitasi hubungan antara anggota komunitas.

6.) Kokreasi (Co-creation)

 Proposi pada hubungan jenis ini melakukan lebih dari hubungan konvensional pelanggan-vendor untuk menciptakan nilai bersama dengan pelanggan.

Berdasarkan jenis Customer Relation saya memilih Bantuan Personal (Personal Assistance) karena dalam melakukan proses penjualan dilakukan dengan berkomunikasi dengan petugas pelayanan pelanggan untuk mendapatkan bantuan selama proses penjualan.

Alasan saya karena kita berjualan di tempat dan di media sosial, kita melakukan interaksi atau komunikasi dengan pelanggan dalam peoses penjualan barang an yang pelanggan inginkan, sesuai dengan keinginan pelanggan tersebut. 

 

E. Menetapkan Reveneu Streams 

 Blok bangunan arus pendapatan menggambarkan uang tunai yang dihasilkan perusahaan dari masing-masing segmen pelanggan. Masing-masing Arus Pendapatan mungkin memiliki mekanisme penetapan harga yang berbeda, seperti daftar harga tetap Penawaran, pelelangan, keberngantungan pasar pasar, kebergantungan volume, atau manajemen hasil. 

           Ada beber apa cara untuk membangun arus pendapatan, diantaranya : 

1.) Penjualan Aset (Asset-sale)

  Arus Pendapatan yang paling luas berasal dari penjual hak kepemilikan atas produk fisik.

2.) Biaya Penggunaan (Usage fee)

 Arus Pendapatan dihasilkan dari penggunaan layanan tertentu. Semakin banyak layanan yang digunakan, semakin banyak pelanggan membayar.

3.) Biaya Berlangganan (Subcription fees)

 Arus Pendapatan dihasilkan dari penjual akses yang terus menerus atas suatu layanan.

 4.) Pinjaman/Penyewaan/Leasing (Leding/Penyewaan/leasing)

 Arus Pendapatan tercipta karena memberi seseorang hak eksklusif sementara untuk menggunakan aset tertentu sebagai ganti atas biaya yang ditarik. Untuk yang meminjamankan, cara seperti ini memberikan keuntungan dalam pengembalian pendapatan. Disisi lain, penyewa menikmati keuntungan karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya penuh atas kepemilikan.

5.) Lisensi (Licensing)

 Arus Pendapatan ini muncul karena memberikan izin kepada pelanggan untuk menggunakan property intelektual terproteksi sebagai pertukaran atas biaya lisensi. Lisensi memungkinkan pemegang hak untuk menghasilkan pendapatan dari properti mereka tanpa harus memproduksi atau mengkomersialkan suatu layanan.

 6.) Biaya Komisi (Brokerage fees)

 Arus Pendapatan ini bersumber dari layanan perantara yang dilakukan atas nama dua pihak atau lebih. 

7.) Periklanan (Adverstih)

 Arus Pendapatan ini dihasilkan dari biaya iklan produk, layanan, atau merek tertentu. Biasanya industri media dan event organizer sangat berngantung dari iklan.

 Masing-masing Arus Pendapatan memiliki mekanisme penetapan harga yang berbeda. Jenis mekanisme penetapan harga yang dipilih dapat membedakan pendapatan yang dihasilkan. Ada dua jenis utama mekanisme penetapan harga, yaitu penetapan harga tetap dan penetapan harga dinamis. 

Ada dua jenis utama mekanisme penetapan harga, yaitu :

1.) Harga Tetap Harga 

Harga yang ditetapkan sesuai dengan variabel tetap. 

Harga Tetap Harga dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :

- Daftra Harga 

- Berdasarkan Atribut Produk

- Berdasarkan segmen Pasar 

- Berdasarkan Volume

2.) Harga Dinamis 

Harga berubah sesuai dengan kondisi pasar.

Harga Dinamis dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya : 

- Negosiasi

- Yield Management

- Real Time Market

- Lelang 

Berdasarkan Jenis Revenue Streams saya memilih Biaya Pengguna (Usage Feees) karena Semakin banyak layanan yang digunakan, semakin banyak pelanggan membayar.

Alasan saya menggunakan layanan tersebut karena pada penjualan produk yang pelanggan pesan, maka semakin tambah banyak juga arus pendapatannya.

Dalam menetapkan harga, saya memilih Harga Tetap Harga. Pada bagian Berdasarkan Atribut Produk. karena harga yang dijual pada produk tersebut berdsarkan kualitas bahan dan motif  pada produk tersebut.

 

F. Menetapkan Key Resources

 Blok bangunan sumber daya utama menggambarkan asset-asset terpenting yang diperlukan agar sebuah model bisnis dapat berfungsi dengan baik. Sumber daya ini memungkinkan perusahaan untuk menciptakan dan menawarkan Proposisi Nilai, menjangaku pasar, memelihara hubungan dengan Segmen Pelanggan, dan memperoleh pendapatan.

 Ada beberapa sumber daya utama, diantaranya : 

1.) Fisik (Physical) 

 Proposi nilai kategori ini mencakup aset fisik seperti fasilitas pabrikan, bangunan, kendaraan, mesin, sistem, sistem point-of-sales, dan Channels.

2.) Intelektual (Intellectual)

 Proposi ini sumber daya intelektual seperti merek, pengetahuan yang dilindungi, paten dan hak cipta, kemitraan, dan database pelanggan merupakan komponen-komponen yang semakin penting dari model bisnis yang kuat. Sumber daya intelektual sulit untuk dikembangkan, tetapi jika berhasil, akan memberikan nilai yang sangat berarti.

3.) Manusia (Human) 

 Proposi ini setiap perusahaan membutuhkan sumber daya manusia, tetapi orangorang sangat menonjol dalam model bisnis tertentu. Sebagai contoh, sumber daya manusia sangat penting dalam industri kreatif dan padat pengetahuan.

4.) Keuangan (Financial) 

 Proposi ini merupakan model bisnis membutuhkan sumber daya keuangan dan/atau jaminan keuangan, seperti uang tunai, kredit, atau opsi saham untuk merekrut karyawan utama.

Berdasarkan Key Resources saya memilih Intelektual (Intellectual) karena sumber daya intelektual pada merek dan database pelanggan merupakan komponen-komponen yang semakin penting dari model bisnis yang kuat.

Alasan saya memeilih jenis tersebut karena ingnin merencanakan dan mengembangkan produk baju koko dan gamis saya membangun model bisnis yang disain motif dan bentuk baju yang konusem itu tertarik dan mengandalkan merek baju kita dalam kegiatan keagamaan maupun kegiatan sehari-hari.

 

G. Menetapkan Key Activities

 Blok bangunan aktivitas kunci mengambarkan hal-hal terpenting yang harus dilakukan perusahaan agar model bisnisnya dapat berkerja. Setiap model bisnis membutuhkan sejumlah Aktivitas Kunci, yaitu tindakan-tindakan terpenting yang harus diambil perusahaan agar dapat beroperasi dengan baik. Seperti halnya Sumber Daya Utama, Aktifitas-aktifitas Kunci juga diperlukan untuk menciptakan dan memberikan Proposi Nilai, menjangkau pasar, mempertahankan Pelanggan, dan memperoleh pendapatan.

Ada beberapa aktivitas-aktivitas kunci yang dikatagorikan, diantaranya : 

 1.) Produksi (Physical)

 Proposi Aktivitas ini terkait denga perancangan, pembuatan, dan penyampaian produk dalam jumlah besar dan/atau kualitas unggul. Aktivitas produksi mendominasi model bisnis perusahaan-perusahaan manufaktur.

2.) Pemecah Masalah (Problem Solving)

 Proposi ini merupakan Aktivitas-aktivitas Kunci jenis jenis ini terkait dengan penawaran solusi baru untuk masalah-masalah pelanggan individu. Model bisnis organisasi ini membutuhkan aktivitas-aktivitas seperti manajemen pengetahuan dan pelatihan berkelanjutan

 3.) Platform/Jaringan (Platform/network)

 Proposi Model bisnis yang dirancang dengan platform sebagai Sumber Daya Utama didominasi oleh platform atau Aktivitas Kunci yang terkait dengan jaringan. Aktivitas Kunci dalam kategori ini terkait dengan manajemen platform, ketentuan layanan, dan promosi platform. 

Berdasarkan jenis Key Activities ini saya memilih Pemecah masalah (Problem solving), karena terkait dengan penawaran solusi baru untuk masalah-masalah pelanggan individu.

Alasan saya memilih jenis ini karena saya butuh masukan atau solusi masukan dari pelanggan saya mengenai produk bahannya, motifnya, modelnya. jika ada yang kurang dan dapet feedback dari pelanggan maka saya akan berusaha menciptakan bahan atau produk yang lebih baik lagi.

 

H. Menetapkan Key Partnerships

 Blok bangunan kemitraan utama menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang membuat model bisnis dapat berkerja. Perusahaan membentuk kemitraan karena berbagai alasan, dan kemitraan menjadi landasan dari berbagai model bisnis. Perusahaan menciptakan untuk mengoptimalkan model bisnis, mengurangi risiko, atau memperoleh sumber daya mereka.

Empat jenis kemitraan utama :

  1. Aliansi stategi antara non-pesaing.
  2. Coopetition kemitraan stretegis antara pesaing. 
  3. Usaha patungan untuk mengembangkan bisnis baru.
  4. Hubungan pembeli-pemasok untuk menjamin pasokan yang selalu tersedia sesuai kebutuhan.

 Ada beberapa pendekatan motivasi dalam membangun kemitraan, diantaranya :

1.) Optimisasi dan skala ekonomi ( Optimization and economy of scale)

 Proposi ini merupakan bentuk paling dasar dari kemitraan atau hubungan antara pembeli-pemasok dirancang untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya dan aktivitas. Optimalisasi dan skala ekonomi kemitraan biasanya dibuat untuk mengurangi biaya, dan itu sering kali melibatkan outsourcing atau pemanfaatan infrastuktur bersama.

2.) Pengurangan resiko dan ketidakpastian (Reduction of risk and uncertainty)

 Proposi ini merupakan kemitraan dapat membantu mengurangi risiko dalam persaingan yang becirikan ketidakpastian. Bukan sesuatu yang tidak biasa bagi pesaing untuk membentuk aliansi strategis dalam satu area dan tetap bersaing di area lainnya. 

3.) Akuisisi sumber daya dan aktivitas tertentu (Acquisition of particular resources and activities)

 Proposi ini hanya sedikit perusahaan yang memiliki semua sumber daya atau melakukan semua aktivitas yang digambarkan oleh model bisnisnya. Kebanyakan mereka lebih suka memperluas kemampuan dengan mengandalkan perusahaan lain untuk melengkapi sumber dayanya atau melakukan aktivitas tertentu.

Berdasarkan jenis Key Partnerships saya memilih  Akusisi sumber daya dan aktivitas terntentu (Acquisition of particular resources and activities). karena berjtujuan untuk memperluas kemampuan dengan mengandalkan perusahaan lain untuk melengkapi sumber dayanya atau melakukan aktivitas tertentu.

Alasan saya karena fokus saya adalah memeperluas produk baju koko dan gamis saya dengan berkerjasam dengan ustadz yang sudah punya nama di masyarakat, dengan merekomendasikan ustadz tersebut memakai produk bajukoko atau gamis muslim dari produk usaha saya dan mampu juga berkeja sama dengan iklan pada media sosial.. 


I. Menetapkan Cost Structure

 Struktur biaya menggambarkan semua biaya yang dikelurkan untuk mengoperasikan model bisnis. Blok bangunan ini menjelaskan biaya terpenting yang muncul ketika mengoperasikan model bisnis tertentu. Menciptakan dan memberikan nilai, mempertahankan Hubungan Pelanggan, dan menghasilkan Pendapatan, menyebabkan timbulnya biaya.

 Struktur Biaya model bisnis dibedakan dalam dua kelas, yakni yang terpacu-biaya (costdriven) dan terpacu-nilai (value-driven), sebagai berikut : 

1.) Terpacu-biaya (Cost-driven)

 Model bisnis ini terpacu-biaya berfokus pada peminimalan biaya. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan dan mempertahankan Struktur Biaya seramping mungkin, menggunakan Proposisi Nilai dengan harga rendah, otomatisasi maksimum, dan outsourcing secara ekstensif.

2.) Terpacu-nilai (Value-driven) 

 Model bisnis ini perusahaan kurang peduli terhadap implikasi biaya desain model bisnis tertentu, dan berfokus pada penciptaan nilai. Proposisi Nilai Perium dan layanan pribadi, biasanya menjadi ciri utama dari model bisnis yang terpacu-nilai.

Beberapa karakteristik dari struktur biaya, diantaranya :

1.) BiayaTtetap (Fixed costs) 

 Biaya-biaya yang tetap sama meskipun volume barang atau jasa yang dihasilkan berbeda. Contohnya : gaji, uang sewa, dan fasilitas fisik pabrik, memiliki proporsi biaya tetap yang tinggi.

2.) Biaya Variabel (Variabel costs)

 Biaya-biaya yang berubah secara proporsional sesuai dengan volume barang atau jasa yang dihasilkan.

3.) Biaya Ekonomi (Economies of scale)

 Pada biaya skala ekonomi ini merupakan keunggulan biaya yang dinikmati suatu bisnis karena produksinya bertambah atau berkembang. Perusahaan yang lebih besar misalnya, mendapatkan manfaat dari rata-rata harga pembelian yang lebih rendah karena membeli dengan jumlah yang lebih besar.

 4.) Biaya Variabel (Variabel costs)

 Pada biaya ini memiliki keunggulan biaya yang dinikmati karena lingkungan atau area bisnis lebih besar. Pada perusahaan-perusahaan besar misalnya, aktifitas pemasaran atau saluran distribusi yang sama dapat mendukung beberapa produk atau jasa sekaligus.

Berdasarkan jenis Cost Structure, pada model dan statuktur biaya bisnis. Saya memilih Terpacu Nilai (Value-drive). karena  saya ingin memberikan produk dan kualitas yang terbaik untuk pelanggan pada bisnis saya. 

Berdasarkan karakteristik dan struktur biaya, saya memilih Skala Ekonomis (Economies of scale). karena keunggulan biaya yang dinikmati suatu bisnis karena produksinya bertambah atau berkembang. 

Alasan saya karena saat produk saya ini disukai masyarakat, berkembang dan bertambah peminatnya. maka biayanya akan saya naikan karena tingginya tingkat pembelian.


Gambar Business Modal Canvas  (BMC)


 Ini saja yang bisa saya sampai pengertian Business Modal Canvas (BMC) sampai saya terapkan dalam rencana bisnis saya, semoga bermanfaat untuk saya pribadi mauppu untuk teman-teman yang membaca, Terima Kasih.

Wassalamualai'kumussallam WarahmatullahiWabarakatuh. 

DIGITAL MARKETING

  Asslamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, halo semua, salam kenal!     Pada kesempatan ini aku akan menyampaikan sebuah artikel yang...