Opening (Pembukaan)
Haii teman-teman pada kesempatan ini saya akan menyampaikan sebuah artikel yang berjudul Business Models Canva atau dapat disingkat dengan sebutan BMC. Bisnis model kanva ini dapat digunakan dalam sebuah bisnis maupun usaha kita dalam mengembangkan dan menggambarkan konsep model bisnis dan juga merupakan sebuah kebijakan strategi dalam berbisnis.
Bisnis model kanva ini juga dapat menggambarkan cara mewujudkan tujuan bagi para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.
Penjelasan Business Model Canvas (BMC)
Pada sebuah buku yang berjudul Business Model Generation, Osterwalder dan Pigneur seorang tokoh bisnis dia membuat suatu kerangka model bisnis yang berbentuk sebuah gambar kanvas dan terdiri dari sembilan kotak (blok) yang berisikan elemen-elemen yang saling berkaitan dalam sebuah bisnis.
Osterwalder dan Pigneur berpendapat (2010), model bisnis kanvas adalah sebuah model bisnis yang menggambarkan dasar sebuah pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi atau perusahaan menciptakan, menyerahkan dan menangkap nilai.
Model bisnis kanvas ini dapat digambarkan melalui sembilan blok bagunan dasar yang menunjukan logika bagaimana sebuah perusahaan ataupun bisnis bermaksud untuk menghasilkan uang. Dalam sembilan blok ini mencakup empat bidang utama dalam bisnis yaitu diantaranya pelanggan, penawaran, infrastuktur, dan kelayakan keuangan.
Model bisnis kanva ini merupakan cara memudahkan kita dalam mengelolah suatu bisnis yang akan kita inginkan. Adapun langkah-langkah menyusun model bisnis kanva adalah sebagai berikut
Dalam menggunakan stategi bisnis model kanva, dapat memudahkan saya dalam mengembangkan suatu usaha dengan baik dan struktur. Pada kesempatan ini saya menggunakan Business Model Kanva dengan usaha yang akan saya pilih yaitu usaha baju koko dan gamis muslim. Saya akan melakukan dan mengelolah bisnis yang saya pilih dengan menerapkan sembilan blok tersebut.
Langkah-langkah dalam menyusun Business Model Kanva, sebagai berikut :
A. Menetapkan Costomer Segments
Blok bangunan atau keponen yang menggambarkan sekelompok orang atau organisasi berbeda yang ingin dijangkau atau dilayani oleh perusahaan. Dan perusahaan dapat mengelompokkan mereka ke dalam segemen-segmen berbeda berdasarkan kesamaan kebutuhan, perilaku, atau atribut lainnya. Bisnis tersebut dapat merancang sebuah model bisnisa dengan hati-hati dan dengan pemahaman yang kuat tentang kebutuhan atas spesifik kepada pelanggan tersebut.
Ada beberapa jenis segmen yang berbeda pada Costomer Segments. diantaranya :
1.) Pasar Terbuka (Mass Market)
Model bisnis ini yang berfokus pada pasar terbuka tidak membedakan antara Segmen-segmen Pelanggan yang berbeda. Proposisi Nilai, Channel Distribusi, dan Hubungan Pelanggan berfokus pada satu kelompok besar, dengan kebutuhan dan masalah yang hampir sama. Model bisnis jenis ini sering ditemukan dalam sektor elektronik.
2.) Pasar Cerukan (Niche Market)
Model bisnis ini yang menargetkan Segemen Pelanggan-Pelanggannya yang spesifik dan terspesialisasi. Proposisi Nilai, Channel, dan Hubungan Pelanggan dibuat khusus untuk kebutuhan spesifikasi pasar khusus. Model bisnis semacam ini banyak ditemukan dalam hubungan pemasok-pembeli.
3.) Tersegmentasi (Segmented)
Model bisnis ini yang membedakan segmen pasar dari kebutuhan dan masalahnya masing-masing. Kondisi ini mempengaruhi blok bangunan yang berlainan pula dari model bisnis Credit Suisse, seperti Proposisi Nilai, Channel Distribusi, Hubungan Pelanggan, dan Arus Pendapatan., yang mengkhususkan diri menyediakan layanan outsourcing perancangan mikromekania dan solusi-solusi pabrik. Perusahaan ini melayani tiga Segmen Pelanggan yang berbeda seperti, industri jam tangan, industri medis, dan sektor industri otomasi, dimana menawarkan Proposisi Nilai yang berbeda untuk masing-masing segmen.
4.) Terdiversifikasi (Diversified)
Model bisnis ini merupakan pelanggan terdiversifikasi melayani dua Segmen Pelanggan yang tidak terkait terkait satu sama lain dengan kebutuhan dan masalah yang sangat berbeda. memutuskan untuk mendiversifikasi bisnis ritelnya dengan menjual layanan "komputasi awan“ (ruang penyimpanan online dan penggunaan server sesuai permintaan). Dengan demikian, perusahaan ini mulai melayani Segmen Pelanggan yang benar-benar berbeda, yaitu Perusahaan web, dengan perbedaan Proposisi Nilai yang sangat berbeda.
5.) Platform banyak sisi / Pasar banyak sisi (Multi-sided paltform/markets)
Model bisnis ini melayani dua atau lebih Segmen pelanggan yang saling bergantungan satu sama lain. Demikian pula, sebuah perusahaan yang menawarkan surat kabar gratis membutuhkan banyak pembaca untuk penarik pemasang iklan. Di sisi lain, perusahaan tersebut juga memerlukan pemasang iklan untuk membiayai produksi dan distribusinya. Kedua segmen tersebut dibutuhkan untuk membuat model bisnis berfungsi dengan baik dan efektif.
Berdsarkan jenis Customer segments tersebut saya memilih Pasar Cerukan (Niche Market). Karena pada jenis Pasar cerukan menargetkan segmen pelanggan-pelanggannya yang spesifik dan terspesialisasi.
Sebab-sebab alasan saya memilih Pasar Cerukan (Niche Market), diantaranya :
- Menargetkan pelanggan yang beragama muslim. karena baju koko dan gamis muslim merupakan pakai dalam beribadah maupun juga dapat digunakan dalam kegiatan keseharian.
- Menargetkan pelanggan laki-laki muda, orang tua. kaena yang saya ingin perjual belikan baju koko dan gamis muslim hanya untuk kalangan laki-laki yang muda sampai yang tua.
B. Menetapkan Value Propositions
Blok bangunan yang menggambarkan gabungan antara produk dan layanan yang menciptakan nilai unggul untuk segmen pelanggan yang spesifik. Proposi Nilai dapat memecahkan masalah pelanggan atau memuasakan kebutuhan pelanggan. Setiap Proposisi Nilai berisi gabungan produk dan jasa tertentu yang melayani kebutuhan Segmen Pelanggan spesifik. Dalam hal ini, Proporsi nilai merupakan kesatuan, atau gabungan manfaat-manfaat yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan.
Nilai dapat bersifat kuantitatif (misalnya harga dan kecepatan layanan) atau kualitatif (misalnya desain dan pengalaman pelanggan). Proposisi Nilai menciptakan nilai untuk Segmen Pelanggan melalui elemen-elemen berbeda yang melayani kebutuhan-kebutuhan segmen tersebut.
Ada beberapa jenis segmen yang berbeda pada Value Propositions. diantaranya :
1.) Kebaharuan (Newness)
Proposisi Nilai ini memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan yang belum pernah mereka terima sebelumnya.
2.) Kinerja (Performance)
Proposi nilai ini meningkatkan kinerja produk atau layanan merupakan cara umum untuk menciptakan nilai.
3.) Kustominasi (Customization)
Proposi nilai ini menyesuikan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan individu atau Segmen Pelanggan juga menciptakan nilai. Pendekatan ini memungkinkan untuk meyesuaikan produk dan layanan sesuai dengan keinginan konsumen dengan tetap memperhatikan skala ekonomi.
4.) Menyelesaikan Pekerjaan (Getting the job done)
Proposi nilai ini dapat diciptakan dengan membantu pelanggan menyelesaikan pekerjaannya. Perusahaan melakukan kerja sama pada perusahaan yang sesuai bidangnya tersebut.
5.) Desain (Design)
Proposi nilai ini berfokus pada Desain adalah elemen penting tetapi sulit untuk diukur. Suatu produk mungkin menonjol karena keunggulannya desain. desain dapat menjadi hal yang sangat penting bagian dari Proposisi Nilai.
6.) Merek/Status (Brand/Status)
Proposi nilai ini berfokus pada Pelanggan dapat menemukan nilai dalam sebuah tindakan yang sederhana karena menggunakan atau menampilkan merek tertentu.
7.) Harga (Price)
Proposi ini Menawarkan nilai yang sama pada harga yang lebih rendah sering digunakan untuk memuasakan kebutuhan Segmen Pelanggan yang sensitive terhadap harga. Akan tetapi Proposisi Nilai harga murah memiliki implikasi penting untuk semua bisnis.
8.) Pengurangan Biaya (Cost Reduction)
Proposi ini Membantu pelanggan mengurangi biaya merupakan cara penting untuk menciptakan nilai.
9.) Penguran Resiko (Risk reduction)
Proposi ini pelanggan menghargai pengurangan risiko yang ditimbulkan saat membeli produk atau jasa.
10.) Kemampuan dalam mengakses (Accessibility)
Proposi ini menyediakan produk atau jasa bagi pelanggan yang sebelumnya sulit mengakses produk atau jasa tersebut, merupakan cara untuk menciptakan nilai. Produk atau jasa ini bisa dihasilkan dari inovasi model, teknologi baru, atau kombinasi keduanya.
11.) Kenyamanan/kegunaan (Convenice/usability)
Proposi ini menjadikan segala sesuatunya lebih nyaman dan lebih mudah digunakan dapat menciptakan nilai yang sangat berarti.
Berdsarkan jenis Value Propositions tersebut saya memilih Design (Desain). Karena pada jenis segmen Design (disain) merupakan keunggulan dalam menonjolkan suatu produk pada bidang baju.
Alasan saya memilih disain, saya akan mendisain produk baju koko dan gamis muslim saya dengan model yang kekinian dengan menambahkan disain motif pada baju koko dan gamisnya sehingga terlihat keren dipakai pada anak muda maupun orang tua dan dapat dipakai pada kegiatan sehari-hari.
C. Menetapkan Channels
Blok bagunan channels menggambarkan bagaimana sebuah perusahan berkomunikasi dengan segmen pelangganya dan menjangkau mereka untuk mewujudkan propsisi nilai. Channel komunikasi, distribusi dan penjualan merupakan penghubung antara perusahaan dengan pelanggan. Channel merupakan titik temu yang memainkan peran penting terhadap layanan pelanggan.
Ada beberapa jenis fungsi channel, diantaranya :
- Meningkatkan kesadaran di antara pelanggan terkait produk dan layanan perusahaan.
- Membantu pelanggan mengevaluasi Proposi Nilai perusahaan.
- Memungkinkan pelanggan membeli produk dan jasa yang spesifik.
- Menyampaikan Proposisi Nilai kepada pelanggan.
- Memberikan dukungan purnajual kepada pelanggan.
Channel dibagi menjadi dua yaitu antara Channel langsung dan tidak langsung, serta antara Channel yang kita miliki dan Channel yang dimiliki mitra.
Channels merupakan panduan yang tepat untuk memenuhi bagaimana pelanggan ingin dijangkau sangat penting dalam membawa Proposisi Nilai ke pasar. Sebuah organisasi dapat memilih anatara menjangkau pelanggan melalui Channel sendiri, melalui Channel mitra, atau melalui paduan keduanya.
Channel sendiri dapat bekerja secara langsung, seperti tenaga penjualan internal (in-house) atau situs Web, ataupun dapat juga secara tidak langsung, seperti toko ritel yang dimiliki atau dijalankan oleh sebuah organisasi. Channel Mitra bersifat tidak langsung dan terdiri dari berbagai macam pilihan, seperti distribusi penjualan dalam jumlah besar (grosir), ritel, atau situs Web.
Dapat disimpulkan bahwa channel yang tepat antara berbagai jenis Channel, dan mengintegrasikannya dengan tujuan untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang hebat dan untuk memaksimalkan pendapatan.
Berdasarkan jenis Channels saya akan memanfaatkan channel langsung maupun channel tidak langsung dalam memasarkan produk saya tersebut. karena channels ini merupakan penghubung anatara perusahaan dan pelanggan.
Alasan saya di zaman milenial atau di zaman tehnologi, kita harus banyak memanfaatkan tempat yang menarik dan dapat dijangkau seseorang dalam membeli produk kita dan kita dapat juga memanfaatkan Channel mitra atau media sosial, seperti seperti Shoppe, Lazada, Bli-bli dan lainnya.
D. Menetapkan Customer Relation
Blok bangunan hubungan ini menggambarkan berbagi jenis hubungan yang dibangun perusahaan bersama segmen pelanggan yang spesifik. Hubungan dapat bervariasi, mulai dari yang bersifat pribadi sampai hubungan secara otomatis.
Ada beberapa dorongan dengam motivasi pada Customer Relation, diantaranya :
1.) Akuisisi (mendapatkan) pelanggan.
2.) Retensi (mempertahankan) pelanggan.
3.) Peningkatan penjualan (upselling)
Ada beberapa kategori Hubungan Pelanggan, diantaranya :
1.) Bantuan Personal (Personal Assistance)
Proposi hubungan ini didasarkan pada interaksi antar manusia. Pelanggan dapat berkomunikasi dengan petugas pelayanan pelanggan untuk mendapatkan bantuan selama proses penjualan atau setelah pembelian selesai. Komunikasi ini dapat dilakukan di lokasi penjualan (point of sale), melalui call-center, melalui email, atau melalui cara lainnya.
2.) Bantuan Personal Khusus (Dedicated personal assistance)
Proposi hubungan jenis ini, perusahaan menungaskan petugas pelayanan pelanggan yang khusus diperuntukan bagi klien individu. Jenis hubungan ini paling dalam dan paling intim, dan biasanya dikembang dalam jangka panjang.
3.) Swalayan (Self-service)
Proposi pada jenis hubungan ini, perusahaan tidak melakukan hubungan langsung dengan pelanggan, tetapi menyediakan semua sarana yang diperlukan pelanggan agar dapat membantu dirinya sendiri.
4.) Layanan otomatis (Automated services)
Proposi pada hubungan jenis ini mencampurkan bentuk layanan mandiri yang lebih canggih dengan proses otomatis. Pelayanan otomatis dapat mengenali pelangganan individu dan karakteristiknya, dan menawarkan informasi yang terkait dengan pesanan atau transaksi. Hal tebaiknya, layanan otomatis dapat menikatkan hubungan personal, misalnya merekomendasikan buku atau film.
5.) Komunitas (Communities)
Proposi pada hubungan jenis ini memanfaatkan komunitas pengguna untuk lebih terlibat dengan pelanggan/prospek dan memfasilitasi hubungan antara anggota komunitas.
6.) Kokreasi (Co-creation)
Proposi pada hubungan jenis ini melakukan lebih dari hubungan konvensional pelanggan-vendor untuk menciptakan nilai bersama dengan pelanggan.
Berdasarkan jenis Customer Relation saya memilih Bantuan Personal (Personal Assistance) karena dalam melakukan proses penjualan dilakukan dengan berkomunikasi dengan petugas pelayanan pelanggan untuk mendapatkan bantuan selama proses penjualan.
Alasan saya karena kita berjualan di tempat dan di media sosial, kita melakukan interaksi atau komunikasi dengan pelanggan dalam peoses penjualan barang an yang pelanggan inginkan, sesuai dengan keinginan pelanggan tersebut.
E. Menetapkan Reveneu Streams
Blok bangunan arus pendapatan menggambarkan uang tunai yang dihasilkan perusahaan dari masing-masing segmen pelanggan. Masing-masing Arus Pendapatan mungkin memiliki mekanisme penetapan harga yang berbeda, seperti daftar harga tetap Penawaran, pelelangan, keberngantungan pasar pasar, kebergantungan volume, atau manajemen hasil.
Ada beber apa cara untuk membangun arus pendapatan, diantaranya :
1.) Penjualan Aset (Asset-sale)
Arus Pendapatan yang paling luas berasal dari penjual hak kepemilikan atas produk fisik.
2.) Biaya Penggunaan (Usage fee)
Arus Pendapatan dihasilkan dari penggunaan layanan tertentu. Semakin banyak layanan yang digunakan, semakin banyak pelanggan membayar.
3.) Biaya Berlangganan (Subcription fees)
Arus Pendapatan dihasilkan dari penjual akses yang terus menerus atas suatu layanan.
4.) Pinjaman/Penyewaan/Leasing (Leding/Penyewaan/leasing)
Arus Pendapatan tercipta karena memberi seseorang hak eksklusif sementara untuk menggunakan aset tertentu sebagai ganti atas biaya yang ditarik. Untuk yang meminjamankan, cara seperti ini memberikan keuntungan dalam pengembalian pendapatan. Disisi lain, penyewa menikmati keuntungan karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya penuh atas kepemilikan.
5.) Lisensi (Licensing)
Arus Pendapatan ini muncul karena memberikan izin kepada pelanggan untuk menggunakan property intelektual terproteksi sebagai pertukaran atas biaya lisensi. Lisensi memungkinkan pemegang hak untuk menghasilkan pendapatan dari properti mereka tanpa harus memproduksi atau mengkomersialkan suatu layanan.
6.) Biaya Komisi (Brokerage fees)
Arus Pendapatan ini bersumber dari layanan perantara yang dilakukan atas nama dua pihak atau lebih.
7.) Periklanan (Adverstih)
Arus Pendapatan ini dihasilkan dari biaya iklan produk, layanan, atau merek tertentu. Biasanya industri media dan event organizer sangat berngantung dari iklan.
Masing-masing Arus Pendapatan memiliki mekanisme penetapan harga yang berbeda. Jenis mekanisme penetapan harga yang dipilih dapat membedakan pendapatan yang dihasilkan. Ada dua jenis utama mekanisme penetapan harga, yaitu penetapan harga tetap dan penetapan harga dinamis.
Ada dua jenis utama mekanisme penetapan harga, yaitu :
1.) Harga Tetap Harga
Harga yang ditetapkan sesuai dengan variabel tetap.
Harga Tetap Harga dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :
- Daftra Harga
- Berdasarkan Atribut Produk
- Berdasarkan segmen Pasar
- Berdasarkan Volume
2.) Harga Dinamis
Harga berubah sesuai dengan kondisi pasar.
Harga Dinamis dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :
- Negosiasi
- Yield Management
- Real Time Market
- Lelang
Berdasarkan Jenis Revenue Streams saya memilih Biaya Pengguna (Usage Feees) karena Semakin banyak layanan yang digunakan, semakin banyak pelanggan membayar.
Alasan saya menggunakan layanan tersebut karena pada penjualan produk yang pelanggan pesan, maka semakin tambah banyak juga arus pendapatannya.
Dalam menetapkan harga, saya memilih Harga Tetap Harga. Pada bagian Berdasarkan Atribut Produk. karena harga yang dijual pada produk tersebut berdsarkan kualitas bahan dan motif pada produk tersebut.
F. Menetapkan Key Resources
Blok bangunan sumber daya utama menggambarkan asset-asset terpenting yang diperlukan agar sebuah model bisnis dapat berfungsi dengan baik. Sumber daya ini memungkinkan perusahaan untuk menciptakan dan menawarkan Proposisi Nilai, menjangaku pasar, memelihara hubungan dengan Segmen Pelanggan, dan memperoleh pendapatan.
Ada beberapa sumber daya utama, diantaranya :
1.) Fisik (Physical)
Proposi nilai kategori ini mencakup aset fisik seperti fasilitas pabrikan, bangunan, kendaraan, mesin, sistem, sistem point-of-sales, dan Channels.
2.) Intelektual (Intellectual)
Proposi ini sumber daya intelektual seperti merek, pengetahuan yang dilindungi, paten dan hak cipta, kemitraan, dan database pelanggan merupakan komponen-komponen yang semakin penting dari model bisnis yang kuat. Sumber daya intelektual sulit untuk dikembangkan, tetapi jika berhasil, akan memberikan nilai yang sangat berarti.
3.) Manusia (Human)
Proposi ini setiap perusahaan membutuhkan sumber daya manusia, tetapi orangorang sangat menonjol dalam model bisnis tertentu. Sebagai contoh, sumber daya manusia sangat penting dalam industri kreatif dan padat pengetahuan.
4.) Keuangan (Financial)
Proposi ini merupakan model bisnis membutuhkan sumber daya keuangan dan/atau jaminan keuangan, seperti uang tunai, kredit, atau opsi saham untuk merekrut karyawan utama.
Berdasarkan Key Resources saya memilih Intelektual (Intellectual) karena sumber daya intelektual pada merek dan database pelanggan merupakan komponen-komponen yang semakin penting dari model bisnis yang kuat.
Alasan saya memeilih jenis tersebut karena ingnin merencanakan dan mengembangkan produk baju koko dan gamis saya membangun model bisnis yang disain motif dan bentuk baju yang konusem itu tertarik dan mengandalkan merek baju kita dalam kegiatan keagamaan maupun kegiatan sehari-hari.
G. Menetapkan Key Activities
Blok bangunan aktivitas kunci mengambarkan hal-hal terpenting yang harus dilakukan perusahaan agar model bisnisnya dapat berkerja. Setiap model bisnis membutuhkan sejumlah Aktivitas Kunci, yaitu tindakan-tindakan terpenting yang harus diambil perusahaan agar dapat beroperasi dengan baik. Seperti halnya Sumber Daya Utama, Aktifitas-aktifitas Kunci juga diperlukan untuk menciptakan dan memberikan Proposi Nilai, menjangkau pasar, mempertahankan Pelanggan, dan memperoleh pendapatan.
Ada beberapa aktivitas-aktivitas kunci yang dikatagorikan, diantaranya :
1.) Produksi (Physical)
Proposi Aktivitas ini terkait denga perancangan, pembuatan, dan penyampaian produk dalam jumlah besar dan/atau kualitas unggul. Aktivitas produksi mendominasi model bisnis perusahaan-perusahaan manufaktur.
2.) Pemecah Masalah (Problem Solving)
Proposi ini merupakan Aktivitas-aktivitas Kunci jenis jenis ini terkait dengan penawaran solusi baru untuk masalah-masalah pelanggan individu. Model bisnis organisasi ini membutuhkan aktivitas-aktivitas seperti manajemen pengetahuan dan pelatihan berkelanjutan
3.) Platform/Jaringan (Platform/network)
Proposi Model bisnis yang dirancang dengan platform sebagai Sumber Daya Utama didominasi oleh platform atau Aktivitas Kunci yang terkait dengan jaringan. Aktivitas Kunci dalam kategori ini terkait dengan manajemen platform, ketentuan layanan, dan promosi platform.
Berdasarkan jenis Key Activities ini saya memilih Pemecah masalah (Problem solving), karena terkait dengan penawaran solusi baru untuk masalah-masalah pelanggan individu.
Alasan saya memilih jenis ini karena saya butuh masukan atau solusi masukan dari pelanggan saya mengenai produk bahannya, motifnya, modelnya. jika ada yang kurang dan dapet feedback dari pelanggan maka saya akan berusaha menciptakan bahan atau produk yang lebih baik lagi.
H. Menetapkan Key Partnerships
Blok bangunan kemitraan utama menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang membuat model bisnis dapat berkerja. Perusahaan membentuk kemitraan karena berbagai alasan, dan kemitraan menjadi landasan dari berbagai model bisnis. Perusahaan menciptakan untuk mengoptimalkan model bisnis, mengurangi risiko, atau memperoleh sumber daya mereka.
Empat jenis kemitraan utama :
- Aliansi stategi antara non-pesaing.
- Coopetition kemitraan stretegis antara pesaing.
- Usaha patungan untuk mengembangkan bisnis baru.
- Hubungan pembeli-pemasok untuk menjamin pasokan yang selalu tersedia sesuai kebutuhan.
Ada beberapa pendekatan motivasi dalam membangun kemitraan, diantaranya :
1.) Optimisasi dan skala ekonomi ( Optimization and economy of scale)
Proposi ini merupakan bentuk paling dasar dari kemitraan atau hubungan antara pembeli-pemasok dirancang untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya dan aktivitas. Optimalisasi dan skala ekonomi kemitraan biasanya dibuat untuk mengurangi biaya, dan itu sering kali melibatkan outsourcing atau pemanfaatan infrastuktur bersama.
2.) Pengurangan resiko dan ketidakpastian (Reduction of risk and uncertainty)
Proposi ini merupakan kemitraan dapat membantu mengurangi risiko dalam persaingan yang becirikan ketidakpastian. Bukan sesuatu yang tidak biasa bagi pesaing untuk membentuk aliansi strategis dalam satu area dan tetap bersaing di area lainnya.
3.) Akuisisi sumber daya dan aktivitas tertentu (Acquisition of particular resources and activities)
Proposi ini hanya sedikit perusahaan yang memiliki semua sumber daya atau melakukan semua aktivitas yang digambarkan oleh model bisnisnya. Kebanyakan mereka lebih suka memperluas kemampuan dengan mengandalkan perusahaan lain untuk melengkapi sumber dayanya atau melakukan aktivitas tertentu.
Berdasarkan jenis Key Partnerships saya memilih Akusisi sumber daya dan aktivitas terntentu (Acquisition of particular resources and activities). karena berjtujuan untuk memperluas kemampuan dengan mengandalkan perusahaan lain untuk melengkapi sumber dayanya atau melakukan aktivitas tertentu.
Alasan saya karena fokus saya adalah memeperluas produk baju koko dan gamis saya dengan berkerjasam dengan ustadz yang sudah punya nama di masyarakat, dengan merekomendasikan ustadz tersebut memakai produk bajukoko atau gamis muslim dari produk usaha saya dan mampu juga berkeja sama dengan iklan pada media sosial..
I. Menetapkan Cost Structure
Struktur biaya menggambarkan semua biaya yang dikelurkan untuk mengoperasikan model bisnis. Blok bangunan ini menjelaskan biaya terpenting yang muncul ketika mengoperasikan model bisnis tertentu. Menciptakan dan memberikan nilai, mempertahankan Hubungan Pelanggan, dan menghasilkan Pendapatan, menyebabkan timbulnya biaya.
Struktur Biaya model bisnis dibedakan dalam dua kelas, yakni yang terpacu-biaya (costdriven) dan terpacu-nilai (value-driven), sebagai berikut :
1.) Terpacu-biaya (Cost-driven)
Model bisnis ini terpacu-biaya berfokus pada peminimalan biaya. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan dan mempertahankan Struktur Biaya seramping mungkin, menggunakan Proposisi Nilai dengan harga rendah, otomatisasi maksimum, dan outsourcing secara ekstensif.
2.) Terpacu-nilai (Value-driven)
Model bisnis ini perusahaan kurang peduli terhadap implikasi biaya desain model bisnis tertentu, dan berfokus pada penciptaan nilai. Proposisi Nilai Perium dan layanan pribadi, biasanya menjadi ciri utama dari model bisnis yang terpacu-nilai.
Beberapa karakteristik dari struktur biaya, diantaranya :
1.) BiayaTtetap (Fixed costs)
Biaya-biaya yang tetap sama meskipun volume barang atau jasa yang dihasilkan berbeda. Contohnya : gaji, uang sewa, dan fasilitas fisik pabrik, memiliki proporsi biaya tetap yang tinggi.
2.) Biaya Variabel (Variabel costs)
Biaya-biaya yang berubah secara proporsional sesuai dengan volume barang atau jasa yang dihasilkan.
3.) Biaya Ekonomi (Economies of scale)
Pada biaya skala ekonomi ini merupakan keunggulan biaya yang dinikmati suatu bisnis karena produksinya bertambah atau berkembang. Perusahaan yang lebih besar misalnya, mendapatkan manfaat dari rata-rata harga pembelian yang lebih rendah karena membeli dengan jumlah yang lebih besar.
4.) Biaya Variabel (Variabel costs)
Pada biaya ini memiliki keunggulan biaya yang dinikmati karena lingkungan atau area bisnis lebih besar. Pada perusahaan-perusahaan besar misalnya, aktifitas pemasaran atau saluran distribusi yang sama dapat mendukung beberapa produk atau jasa sekaligus.
Berdasarkan jenis Cost Structure, pada model dan statuktur biaya bisnis. Saya memilih Terpacu Nilai (Value-drive). karena saya ingin memberikan produk dan kualitas yang terbaik untuk pelanggan pada bisnis saya.
Berdasarkan karakteristik dan struktur biaya, saya memilih Skala Ekonomis (Economies of scale). karena keunggulan biaya yang dinikmati suatu bisnis karena produksinya bertambah atau berkembang.
Alasan saya karena saat produk saya ini disukai masyarakat, berkembang dan bertambah peminatnya. maka biayanya akan saya naikan karena tingginya tingkat pembelian.
Gambar Business Modal Canvas (BMC)
Ini saja yang bisa saya sampai pengertian Business Modal Canvas (BMC) sampai saya terapkan dalam rencana bisnis saya, semoga bermanfaat untuk saya pribadi mauppu untuk teman-teman yang membaca, Terima Kasih.
Wassalamualai'kumussallam WarahmatullahiWabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar