Assalaikumalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, halo semua, salam kenal
Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan sebuah artikel yang berjudul "Business Plan" atau bisa disebut dengan Perencanaan Bisnis. artikel merupakan cara kita sebagai pebisnis dalam melakukan langkah-langkah yang membangun suatu bisnis dengan baik.
Saya mengajak teman-teman dalam membuat perencanaan dalam berbisnis dengan baik dan benar, karena Kebutuhan akan sebuah perencanaan bisnis menjadi mutlak jika kita akan menjalankan suatu bisnis, karena perencanaan bisnis sendiri ibarat sebuah peta dan kompas untuk menjalankan bisnis, sebagai berikut.
A. Definisi Business Plan
Business Plan atau Perencanaan bisnis adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai suatu usaha. Isinya sering merupakan perencanaan terpadu menyangkut pemasaran, permodalan, manufaktur dan sumber daya manusia. Menurut Hisrich dan Peters (1995:113)
Business Plan adalah okumen yang merincikan detaildetail bisnis yang disiapkan oleh seorang wirausahawan sebelum membuka sebuah bisnis baru. Menurut Richard L. Draft (2007:265)
It is a written statement setting forth the business's mission and objectives, its operational and financial details, its ownership and management structure and how it hopes to achieve its objectives. Menurut Megginson (2000)
B. Pengertian Business Plan
Business Plan atau perencanaan bisnis merupakan perencanaan dalam mengembangkan suatu bisnis. perencanaan bisnis ini mulai dari ringkasan, statemen misi, faktorr-fakor kunci, analisis pasar, produksi, manajemen dan analisis finansial seperti break event dan lain-lainnya.
Perencanaan Usaha atau Business Plan merupakan rencana-rencana tentang apa yang dikerjakan dalam suatu bisnis ke depan meliputi alokasi sumberdaya, perhatian pada faktor-faktor kunci dan mengolah permasalahan-permasalahan dan peluang yang ada. Bisnis membutuhkan perencanaan untuk pertumbuhan yang optimis dan pengembangan-pengembangan dengan skala prioritas. Perencanaan bisnis sendiri adalah suatu hasil pemikiran, dimana isi dari perencanaan harus mampu mendukung pencapaian tujuan-tujuan perusahaan atau bisnis.
Perencanaan usaha adalah keseluruhan proses tentang hal-hal yang akan dikerjakan pada masa yang akan datang, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini sangat penting, karena perencanaan usaha merupakan pedoman kerja bagi seorang wirausaha. Pada umumnya, perencanaan usaha mengatur tentang proses kegiatan usaha, produksi, pemasaran, penjualan, perluasan usaha, keuangan usaha, pembelian, tenaga kerja, dan penyediaan atau pengadaan peralatan.
C. Prinsip Business Plan
Ada 4 (empat) prinsip-prinsip dalam perencanaan usaha, sebagai berikut:
1.) Perencanaan usaha harus dapat diterima oleh semua pihak.
2.) Perencanaan usaha harus fleksibel dan realistis.
3.) Perencanaan usaha harus mencakup seluruh aspek kegiatan usaha.
4.) Perencanaan usaha harus merumuskan cara-cara kerja usaha yang efektif dan efisien.
D. Manfaat Business Plan
Business plan atau perencanaan bisnis mempunyai beberapa manfaat, diantaranya:
1.) Membimbing jalannya kegiatan usaha.
2.) Mengamankan kelangsungan hidup usaha.
3.) Mengembangkan kemampuan manajerial di bidang usaha.
4.) Sebagai pedoman atau petunjuk bagi pimpinan perusahaan di dalam menjalankan usahanya.
5.) Mengetahui apa-apa yang akan terjadi dalam usaha.
6.) Sebagai alat berkomunikasi dalam usaha.
7.) Sebagai alat untuk memperkecil risiko usaha.
8.) Memperbesar peluang untuk mencapai laba.
9.) Memudahkan perolehan bantuan kredit modal dari bank.
10.) Sebagai pedoman di dalam pengawasan.
E. Kegiatan Business Plan
Perencanaan usaha itu harus mencakup berbagai jenis kegiatan, di antaranya:
a. Mempelajari dan meramalkan masa depan usaha.
b. Menentukan sasaran beserta fasilitas yang diperlukan dalam usaha.
c. Membuat program kerja dan perhitungan usaha.
d. Menentukan prosedur kerja di dalam usaha.
e. Menentukan rencana anggaran usaha.
f. Membuat kebijaksanaan usaha.
F. Unsur-unsur penting Business Plan
Perencanaan usaha yang dibuat seorang wirausaha, berusaha merinci profit, neraca perusahaan, dan proyeksi aliran khas. Dalam sebuah perencanaan yang paling penting adalah :
1.) Analisis Cash Flownya misalnya untuk memprediksi profit
2.) Detail Pelaksanaan untuk prediksi apa-apa yang akan terjadi
Didapatkan hasil akhir dari sebuah perencanaan adalah bagaimana kondisi perusahaan mengalami peningkatan.
Komponen-komponen utama yang ada dalam sebuah perencanaan bisnis pada umumnya berisikan :
1.) Ringkasan (Executive Summary)
Berisi gambaran singkat kira-kira 1 sampai 2 halaman, mencakup Latar belakang proyek, penggagas proyek, pasar yang menjadi sasaran, pengelolaan proyek sampai dengan kelayakan proyek secara finansial, kelayakan proyek secara umum.
2.) Deskripsi Perusahaan (Company Description)
Berisi gambaran singkat profil perusahaan yang akan menjalankan proyek, misalnya :
1. Aspek hukum/legal dari bentuk badan usahanya apa?
2. Sejarah atau historis Perusahaan
3. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kepemilikan dalam perusahaan dan lainnya.
3.) Barang atau Jasa yang diproduksi atau dipasarkan
Berisi gambaran barang atau jasa apa yang akan diproduksi atau dipasarkan, alasan barang atau jasa tersebut diproduksi dan manfaat atau benefit yang dapat diperoleh konsumen atau customer atas barang atau jasa tersebut
4.) Analisis Aspek Pasar
Berisi gambaran tentang:
A.) Peluang Bisnis dan Prospeknya, hal-hal yang perlu dikupas dalam peluang bisnis antara lain:
1) Apa yang bisa kita buat?
2) Pasar membutuhkan Apa?
3) Perlunya Menciptakan Kebutuhan Konsumen (Paradigma terbaru agar bisnis kita bisa eksis kita harus bisa menciptakan pasar)?
4) Melihat masih adakah Peluang?,
5) Layakkah Peluang itu kita garap?
B.) Kondisi Persaingan, bagaimana bentuk atau kondisi persaingan dari pasar yang akan kita hadapi, pembicaranya antara lain:
1) Pasarnya sudah pasti atau Captive Market, misalnya kita berproduksi atas dasar pesanan, maka kita tidak perlu memikirkan barang yang kita buat laku atau tidak laku?;
2) Pasarnya ditentukan oleh Pembeli/Buyer Market (jika pasar dikuasai oleh pembeli maka posisi kita sebagai produsen akan lebih berat karena kita harus bersaing ketat berebut konsumen).
C.) Posisi perusahaan dalam pasar, yang perlu dibahas antara lain: Pasar yang hendak dikuasai/Target Pasar berapa?, Posisi dalam Pasar/Positioning apakah sebagai Leader (pemimpin pasar), Follower (pengikut) atau Nicher (pengisi ceruk/relung pasar)?
D.) Usaha-usaha Pemasarannya atau Marketing effort, Jika kita sudah mempunyai target pasar, maka agar target bisa tercapai harus didukung oleh usaha-usaha pemasarannya. Salah satu bentuk usaha pemasaran bisa menggunakan Bauran Pemasaran atau Marketing Mix yang meliputi 4P: Product, Price, Place, dan Promotion. Di sisi lain masalah Siklus Kehidupan Produknya atau Product Life Cycles (suatu produk akan mengalami tahap-tahap sebagai berikut: perkenalan, tumbuh, matang, jenuh dan decline) juga harus diperhatikan.
5.) Analisis Aspek Teknik atau Produksi
Berisi gambaran tentang:
A. Lokasi (Dekat konsumen atau dekat bahan baku?)
B. Layout (Layout Garis jika pengelompokan mesin atau peralatan menggunakan urutan proses produksi atau Layout Fungsi jika pengelompokan mesin atau peralatan atas dasar fungsi-fungsi yang sama dijadikan satu?)
C. Luas atau Skala Produksi (bisa menggunakan pertimbangan keuntungan Maksimum atau Biaya Rata-rata Terendah?)
D. Pemilihan Mesin atau Teknologi yang hendak dipakai (Padat Teknologi atau Padat Karya/Tenaga?).
6.) Analisis Aspek Manajemen
Berisi gambaran tentang:
A.) Bisnis atau proyek dalam Masa Pembangunan,
1. Berapa Lama waktu yang dibutuhkan untuk penyiapan proyek sampai proyek siap beroperasi?
2. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk proyek tersebut?
B.) Bisnis atau proyek sudah Berjalan atau Beroperasi,
1. Bentuk Badan Hukum Organisasi Pengelolanya?
2. Apakah mau berbentuk Perusahaan Perseorangan?
3. Bagaimana Struktur Organisasinya?;
4. Jumlah Karyawan Yang Dibutuhkan?
5. Persyaratan Karyawan untuk Jabatan Kunci?
6. Proses Rekruitmentnya?
7. Jenjang Karir dan lainnya?
7.) Analisis Rencana Keuangan
A. Kebutuhan Dana (Menghitung total kebutuhan akan dana yaitu berapa jumlah dana yang diperlukan untuk membiayai rencana bisnis, kebutuhan ini bisa diuraikan untuk (1) Membiayai Aktiva Tetap dan (2) Modal Kerja).
B. Sumber Dana (Sumber dana untuk membiayai rencana bisnis bisa diperoleh (1) Hutang, dapat berupa hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang; (2) Modal Sendiri atau Equity). Pada Neraca dapat dilihat dari sisi Pasiva)
C. Menghitung Aliran Kas atau Cash Flow dari Rencana Bisnis, aliran kas dapat dikelompokkan menjadi:
(1) Pengelompokan pertama, dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Cash in flow (CIF) : Aliran kas masuk, diberitanda positif.
2. Cash out flow (COF) : Aliran kas keluar, diberi tanda negatif.
(2) Pengeklompokan kedua, dibagi menjadi tuga, yaitu :
1. Initial cash flow : Aliran kas atau dana yang dikeluarkan di awal proyek diberi tanda Negatif karena berupa dana keluar.
2. Operational Cash Flow : Aliran dana ketika proyek beroperasi/berjalan, ketika proyek berjalan ada dana keluar sebagai biaya-biaya operasional tetapi juga sudah ada pendapatan operasional.
3. Terminal Cash Flow : Aliran kas di akhir proyek, di akhir proyek akan ada 2 (dua) aliran kas yaitu berupa Pengembalian Modal Kerja dan Nilai Residu atau Nilai Sisa, keduanya selalu berupa aliran kas masuk jadi aliran kas di akhir proyek bertanda Positif.
D. Menilai Kelayakan Bisnis atau Proyek dari sisi Keuangan.
Ada lima metode penilaian, yaitu :
1.) pay-back period (PP)
2.) Average rate of return (ARR)
3.) Profitability index (PI)
4.) Internal rate of return (IRR)
5.) Net present value (NPV)
Dari 5 metode di atas, yang sering digunakan hanya 3 metode, yaitu :
1.) pay-back period (PP) : intinya seberapa cepat dana yang diinvestasikan bisa kembali, tentunya semakin cepat kembali semakin baik.
2.) Internal rate of return (IRR) : mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari aliran kas keluar (Present Value Cash Out Flow = PV COF) dengan nilai sekarang dari aliran kas masuk (Present Value Cash In Flow = PV CIF); hasil IRR ini dibandingkan dengan tingkat bunga pinjaman bank/ri, jika IRR > ri; maka proyek layak.
3.) Net present value (NPV) : mencari nilai bersih sekarang, dapat dicari NPV = PV CIF – PV COF; jika nilai NPV positif maka proyek layak, sebaliknya jika negatif proyek tidak layak.
Tujuh komponen utama dalam suatu perencanaan bisnis minimal harus ada sebagaimana diuraikan dan dikerjakan dengan rencana bisnis atau proyek yang nilai besar tentunya masih diperlukan tinjauan
G, Menyusun Business Plan
1. Ringkasan Eksekutif
Alasan saya ingin mendirikan sebuah usaha baju koko dan gamis muslim, merupakan ingin mengembangkan bahwa baju koko dan gamis itu bisa dipakai dengan kegiatan sehari-sehari dengan gaya yang kekinian dan modal yang kucup.
Baju koko dan gamis muslim yang kembang ini akan jauh berbeda dari baju koko dan gamis pada biasanya, tapi baju koko dan gamis saya ini akan membuktikan bahwa memiliki motif yang baik, bahan yang baik, rajutan yang baik, maka akan menarik daya tarik dari anak muda hingga orang tua dalam mengenakan baju koko dan gamis ini bisa dipakai dalam kegiatan sehari-hari, kegiatan kerja maupun yang lebih utama dalam beribadah.
Dan keunggulan dalam bisnis baju koko dan gamis ini tidak seperti makanan yang ada kadaluarsanya, tapi kita bisa menjual baju ini dalam jangka waktu yang sangat panjang. baju ini juga di disain dengan rajutan yang baik sehingga kualitas tidak akan diragukan.
Fokus saya mempromosikan baju dan gamis muslim saya dengan saya memberikan baju dan gamis saya pada usatadz, sehingga saat kajian ustadz dapat memakai dan dapat menaikan daya tarik jamaah melihat baju koko atau gamis yang dipakai ustadz tersebut.dan fokus kita saat ada event muslim, kita akan ikut mempromosikan baju koko dan gamis muslim kami. dan kita juga menjual di makert palce seperti di shopper, tokopedia, lazada dan lainnya.
Potensi dalam mengembangkan bisnis sangatlah menjanjikan karena bisnis ini dapat diminati kalangan muda maupun orang tua, dan bisnis ini tidak ada kadaluarsanya karena dia berbentuk bahan pakaian berbeda dengan makanan sehingga dapat dijual dalam waktu jangka panjang.
2. Deskripsi Bisnis
Bisnis yang akan saya rancang berfokus pada bidang pakaian, yaitu baju koko dan gamis muslim. Jenis baju koo dan gamis yang akan saya promosikan berbagai macam bentuk dan motif yang berbeda-beda, seperti kemonko (kemeja koko), baju koko lengan pendek, baju koko lengan panjang dan gamis yang saya promosikan gamis lengan panjang, gamis lengan pendek polos maupun bermotif warna merah, hitam, biru dan putih, saya juga menjual peci yang bermodel dan bermotif.
Chloting saya mengutamakan kualitas bahan dan model yang bagus, hal ini karena baju koko dan gamis muslim itu sering di gunakan hanaya untuk ibadah saja karena motifnya yang biasa saja, untuk itu saya membuat trobosan baju koko dan gamis yang kekinian dengan motif, model, dan bahan yang kualitas. Sehingga produk saya dapat diminati dikalangan muda maupun orang tua dan dapat di pakai dalam situasi apapun.
Dalam memperkenalkan bisnis saya kepada konsumen, saya kan mempromosikan melalui memberi hadiah ustadz sehingga dapat ustadz pakai saat kajian dan dapt menjadi daya tarik jamaah yang menontonnya, saya juga mempromosikannya melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, Maupun melalui website bisnis saya, dan juga saya mempromosikan dengan market place seperti dengan shoppe, tokopedia, lazada dan bli-bli.
Modal pertama saya sekitar Rp.11.000.000 yang terperincih dari bahan pakaian Rp.5.000.000 dan biasa pembuatan jahitan Rp.1.000.000, biaya pembuat desain Rp.1.000.000, biaya bahan gamis Rp.2.500.000, biaya bahan peci Rp.500.000, dan pemasaaran web,iklan Rp.1.000.000.
3. Strategi Pemasaran
Dalam strategi pemasaran saya memfokukan pada disain motif baju koko dan gamis yang saya promosikan dengan motif kemko (kemeja koko), koku (koko kurta), gamis motif, jubah motif dan peci yang bermotif agar dapat meningkatkan banyak anak muda ataupun orang tua tertarik dalam memakainya, karena dapat dipakai dijasngkau berbagai kalangan.
Dan starategi pemasaran selanjutnya dengan memanfaatkan media sosial yang ada dengan menawarkan berbagai produk yang kami sediakan, dan mengikuti event muslim fast setiap tahunnya dalam mempromosikan berbagai produk yang kami jual.
4. Analisis Persaingan
Dalam menganalisis persaingan, saya harus memperhatikan produk yang di jual di chloting lain dengan motifnya seperti apa, bahannya seperti apa. sehingga saya akan berusaha memberikan produk dan bahan yang lebih berkualitas.
seperti contoh, ada produk koko muslim samase dan koko muslim uhud, dimana chloting mereka berdua memiliki cir khas yang berbeda, seperti produk samase memiliki gamis yang kekinian, dan produk uhud memiliki baju koko yang motif yang clasic kekinian. maka dari itu saya akan mempertimbangkan pesaing-pesaing yang saya ketuhi dengan menggambungkan kelebihan dari setiap produk chloting pakaian muslim.
5. Rencana Desain dan Pengembangan
Dalam desain saya ingin merencakan dengan motif ada yang gambar batik, motif tentara, motif gabungan warna bergaris, satu warna. dan model baju kemko (kemeja koko), koku (koko kurta), gamis lengan panjang, gamis lengan pendek, peci. Dalam menerapkan motif kita memperhatikan kepuasan pelanggan, kenyamanan pelanggan dalam memakainya dengan memberikan bahan-bahan yang nyaman dan tidak gerah saat dipakai.
Untuk pengembangannya, saya merencanakan untuk membangun bisnis ini dengan memfokuskan motif pada baju tersebut, sehingga konsumen selalu senang dalam memakai baju koko dan gamis produk yang kami kembangkan.
6. Rencana Operasi dan Manajemen
Dalam rencana oeprasionalnya, saya akan membuka lapangan kerja bagi setiap orang yang sesuai pada penenmpatannya, sehingga jika usaha saya di tempatkan pada orang yang tepat maka akan memudahakan saya dalam bekerja dan memproduksikan barang dengan mudah.
untuk jumblah karyawan, saya akan menyesuaikan dengan kebutuhan usaha saya, untuk ada yang bagian pada karyawan, seperti ada yang pembagian disain, tim pemasaran, tim pennjahit, tim publikasi, tim keuangan.
7. Analisis Rencana Keuangan
Pada pembjadi tiga bagian, di antaranya :agian rencana kuanagn, saya akan membagi menjadi tiga bagian, diantanya :
1.) Kebutuhan Dana
Kebutuhan dana disini saya sudah uraikan, modal pertama saya sekitar Rp.11.000.000 yang terperincih dari bahan pakaian Rp.5.000.000 dan biasa pembuatan jahitan Rp.1.000.000, biaya pembuat desain Rp.1.000.000, biaya bahan gamis Rp.2.500.000, biaya bahan peci Rp.500.000, dan pemasaaran web,iklan Rp.1.000.000.
2.) Sumber Dana
Sumber dana yang akan saya gunakan sebagai modal adalah berasal dari modal sendiri atau equity.
3.) Cash in flow atau alisan kas
Cash flow atau aliran kasnya saya bag menjadi empat, yaitu :
a. Cash in flow
Pengeluaran didapatkan dari penjualan produk untuk menggaji karyawan, pemasukan bahan pakaian dan lainnya.
b. Cash out flow
Pengeluaran didapatkan untuk menggaji karyawan, biaya penjahit, biaya bahan.
c. Initial cash flow
Pengeluaran dilakukan awal saya seperti biaya sewa, biasa iklan promosi, dan lainnya.
d. Operational cash flow
Untuk melakukan berjalannya bisnis saya harus menggaji karyawan, biaya iklan, biaya bahan pakaian.
8. Kesimpulan
Kesimpulannya saya ingin merancang dan mengembangkan suatu produk muslim yang dapat digunakan dimana saja dan untuk orang, sehingga banyaknya motif agar menjadi daya tarik konsumen.
Target pemasaran saya adalah anak rema ja hungga dewasa dan dibalik itu penjualan dengan harga yang sangat terjangkau, sehingga dapat memberi tarik konsumen.
Dalam menarik perhatian pelanggan, saya mendjual baju koko dan gamis yang kekinian dengan motif yang berbeda dan menarik.
selain memfokuskkan pelanggan, saya juga akan menawarkan diskon pada konsumen, sehingga meningkatkan daya tarik konsumen.
Pada kesempatan ini mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat buat kalian yang ingin memulai bisnis dan merencakan bisnis sebagik mungkin, Terima kasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar